Ramai, tapi jiwanya sendiri.
Ramai, tapi jiwanya sepi.
Ramai, tapi tak satupun yang memahami ada jiwa yang perlahan terkikis oleh sepi. Mengertilah bahwa jiwa-jiwa itu merasakan kepahitan, yang mungkin tak pernah bisa dipahami oleh siapapun.
Jiwa itu ingin mencicipi kemanisan.
Inginnya tak banyak, sekedar melihat orang yang ia cintai merekahkan senyum tulus diwajahnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar