''Dear mom & dad, one day... i'll make you proud. I promise.''
Aku berdiri mengenakan toga ini
Di jalan setapak yang gelap
Pandanganku tertuju pada 2 orang dikejahuan sana
dengan senyuman yang taka sing dimataku
Dua orang yang sangat aku hargai
Dua orang yang sangat aku hormati
Aku cintai dan aku sayangi
Iya, papa dan mamaku
dengan disertai senyuman
Aku jalan menghampiri mereka, seiring terlintas dibenakku
“atas Apa yang telah mereka lakukan terhadap ku selama ini???”
Mama yang telah mengandungku selama 9 bulan
Mama yang sudah memperjuangkan hidup dan matinya hingga aku dapat hadir didunia ini
Mama juga yang telah merawatku dengan penuh kelembutan dan kasih sayang
Papa yang telah mendidikku
Papa yang rela banting tulang
Ikhlas mengeluarkan keringatnya agar aku menikmati hidup
Detik demi detik, hari demi hari, bahkan tahun demi tahun
“Apakah yang dapat aku lakukan untuk membalas mereka????”
Sering aku tutup kuping gak mau denger nasihat mereka
Sering banget aku bohong kepada mereka demi kepuasanku
Sering aku melawan jika mereka marah terhadap kenakalanku
Sering juga aku banting pintu dihadapan mereka jika mereka tidak mengabulkan permintaanku
Dan bahkan aku sering mengeluarkan kata-kata yang kasar yang gak pantas mereka dengar dari bibirku
“Dasar cerewet, kuno, kolot”
Tapi apakah mereka memendam rasa dendam terhadapku????
Tidak, tidak sama sekali
Mereka dapat dengan tulus memaafkan kehilafanku
Mereka tetap menyayangiku
Dalam setiap hembusan nafas mereka
Bahkan mereka tetap menyebut namaku dalam setiap doa mereka
hingga aku menjadi seperti sekarang ini
“Ya Tuhan, betapa durhakanya aku. Tak sadarkah aku,
bahwa mereka orang yang sangat berarti dalam hidupku”
Langkah-langkah terhenti dihadapan mereka
Dan kupandang papa dan mama ku inci demi inci
Badan yang dulu tegap, kini mulai membungkuk
Rambut yang dulu hitam, kini mulai memutih
dan kulit mereka yang dulu kencang, kini mulai berkeriput
Ku tatap mata mereka yang berbinar-binar
dan mulai meneteskan air mata bahagia,
air mata haru, air mata bahagia melihat ku memakai toga ini
Ku cium tangan mereka
Kupeluk mereka sambil berkata
“Papa-mama yang aku berikan hari ini tidak akan cukup
untuk membalas semua yang telah papa-mama berikan kepadaku.
Terima kasih mama, terima kasih papa.
Aku akan selalu menyayangi kalian hingga akhir hidupku”
Jumat, 28 Maret 2014
Sabtu, 01 Maret 2014
Mahameru, Puncak Abadi Para Dewa
Mahameru berikan damainyaDi dalam beku ArcapadhaMahameru sebuah legenda tersisaPuncak abadi para dewa
(Dewa 19 - Mahameru)
Siapa sih yang gak kenal Puncak Tertinggi Jawa ini? aku pernah bermimpi bakal berpijak dipuncak Mahameru, dan aku tak akan pernah berhenti bermimpi.
back to the topic :)
Diperlukan waktu sekitar empat hari untuk mendaki puncak gunung Semeru pulang-pergi. Untuk mendaki gunung semeru dapat ditempuh lewat kota Malang atau Lumajang. Dari terminal kota malang kita naik angkutan umum menuju desa Tumpang. Disambung lagi dengan Jip atau Truk Sayuran yang banyak terdapat di belakang pasar terminal Tumpang dengan biaya per orang Rp.20.000,- hingga Pos Ranu Pani. Sebelumnya kita mampir di Gubugklakah untuk memperoleh surat izin, dengan perincian, biaya surat izin Rp.6.000,- untuk maksimal 10 orang, Karcis masuk taman Rp.2.000,- per orang, Asuransi per orang Rp.2.000,- . Dengan menggunakan Truk sayuran atau Jip perjalanan dimulai dari Tumpang menuju Ranu Pani, desa terakhir di kaki semeru. Di sini terdapat Pos pemeriksaan, terdapat juga warung dan pondok penginapan. Bagi pendaki yang membawa tenda dikenakan biaya Rp 20.000,-/tenda dan apabila membawa kamera juga dikenakan biaya Rp 5.000,-/buah. Di pos ini pun kita dapat mencari porter (warga lokal untuk membantu menunjukkan arah pendakian, mengangkat barang dan memasak). Pendaki juga dapat bermalam di Pos penjagaan. Di Pos Ranu Pani juga terdapat dua buah danau yakni Ranu Pani (1 ha) dan Ranu Regulo (0,75 ha). Terletak pada ketinggian 2.200 mdpl.
Setelah sampai di gapura "selamat datang", perhatikan terus ke kiri ke arah bukit, jangan mengikuti jalanan yang lebar ke arah kebun penduduk. Selain jalur yang biasa dilewati para pendaki, juga ada jalur pintas yang biasa dipakai para pendaki lokal, jalur ini sangat curam.
Jalur awal landai, menyusuri lereng bukit yang didominasi dengan tumbuhan alang-alang. Tidak ada tanda penunjuk arah jalan, tetapi terdapat tanda ukuran jarak pada setiap 100m. Banyak terdapat pohon tumbang, dan ranting-ranting diatas kepala.Setelah berjalan sekitar 5 km menyusuri lereng bukit yang banyak ditumbuhi bunga edelweis.
Dari Arcopodo menuju puncak Semeru diperlukan waktu 3-4 jam, melewati bukit pasir yang sangat curam dan mudah merosot. Sebagai panduan perjalanan, di jalur ini juga terdapat beberapa bendera segitiga kecil berwarna merah. Semua barang bawaan sebaiknya tinggal di Arcopodo atau di Kalimati. Pendakian menuju puncak dilakukan pagi-pagi sekali sekitar pukul 02.00 pagi dari Arcopodo. Siang hari angin cendurung ke arah utara menuju puncak membawa gas beracun dari Kawah Jonggring Saloka.

Pendakian sebaiknya dilakukan pada musim kemarau yaitu bulan Juni, Juli, Agustus, dan September. Sebaiknya tidak mendaki pada musim hujan karena sering terjadi badai dan tanah longsor.
(Wikipedia)
Langganan:
Postingan (Atom)
