Kamis, 06 Juli 2017

Selalu Ada

Lantas pada siapa kau mengadu, jika tempatmu mengadu tidak lagi mendengarmu.
Lantas pada siapa kau keluhkan,  jika tempatmu berkeluh kesah tak lagi memperdulikanmu.
Lantas pada siapa lagi kau rebahkan resah itu, jika tempat yang kau anggap rumah ternyata hanya ilusimu saja.
Ada, ada tempat dimana semua itu akan didengar.
Ada tempat dimana semua bebanmu akan terasa ringan.
Menghadap kiblatlah, lalu bersujudlah sebab kau masih mempunyaiNya.
Jika tak ada lagi bahu untuk tempatmu bersandar, akan selalu ada lantai untuk tempatmu bersujud.
"Hasbunallah wani'mal wakiil."

Selasa, 04 Juli 2017

Hujan

Aku mulai berlari kecil, saat air hujan mulai  menembus bajuku kala itu.
Bukan aku tak suka hujan, aku hanya ingin menyelamatkan tubuhku yang kemungkinan akan terkena flu setelah hujan-hujanan.
Aku suka hujan, sebab ada rasa nyaman setiapkali aku mendengar tetesannya jatuh kebumi.
Aku suka hujan, seperti aku suka kamu.
Seperti hujan yang jatuh kebumi, akupun jatuh tepat dihatimu.

Senin, 03 Juli 2017

Jiwa Itu

Ramai, tapi jiwanya sendiri.
Ramai, tapi jiwanya sepi.
Ramai, tapi tak satupun yang memahami ada jiwa yang perlahan terkikis oleh sepi. Mengertilah bahwa jiwa-jiwa itu merasakan kepahitan, yang mungkin tak pernah bisa dipahami oleh siapapun.
Jiwa itu ingin mencicipi kemanisan.
Inginnya tak banyak, sekedar melihat orang yang ia cintai merekahkan senyum tulus diwajahnya.

Minggu, 21 Juni 2015

Detik Selamanya Berhakhir

Percayakah kalian, bahwa hidup dapat berubah dalam hitungan detik?
   Seperti seorang pelari jarak dekat yang kalah menangnya bergantung pada satu detik terakhir selama perlombaan, seperti dokter yang pada detik terakhir kehilangan detak jantung pasiennya, seperti detik-dekit sebelum sebuah mobil berguling dan menghantam pemugar jalan tol, detik-detik jiwa meninggalkan tubuh, dan detik-detik kenangan yang pada akhirnya akan terlupakan... Detik-detik yang terasa begitu trival untuk kebanyakan orang, tetapi merupakan segalanya untuk seseorang.

   Jika detik mengubah segalanya pada diriku, mungkin akan meluap rasa takut yang tak terbayangkan, apalagi detik itu detik-detik saat kita kehilangan orang-orang yang kita sayang dan juga sayang sama kita.. Kuharap kita semua, atau siapapun didunia ini, tak akan pernah merasakan hal seperti itu. Ketika merasakannya mungkin segalanya akan berubah, masuk dalam spiral ketidaktentuan dan perasaan itu tidak akan pudar begitu saja, menjelma menjadi sosok bayangan menghantui kemanapun kita melangkah.

   Mungkin hati kecil akan selalu bertanya-tanya, mengapa kita harus melalui detik-detik yang mungkin peristiwanya lebih banyak yang menyedihkan daripada menyenangkan.
Inilah yang kurasakan detik ini: bahwa selamnya tidak pernah ada. Detik ini, selamanya berhenti, dan aku sadar, ungkapan kebahagiaan selama ini mungkin hanyalah omong kosong belaka.


Minggu, 07 Juni 2015

DEAR MY AMAZING FRIENDS..

Senin, aku menunggu.
Selasa, aku masih menunggu, untuk melihat apa yang kau lakukan.
Rabu, kamu masih tidak disini pagi atau sore harinya.
Kamis juga masih tak ada,
Begitu juga jumat, sabtu, dan minggu.
Tidak satupun di hari-hari itu aku tidak rindukan dirimu.
Tidak satupun dihari-hari itu seperti hari yang lalu.
Dihari aku bertemu denganmu.
Hari dimana aku dekat denganmu.
Hari dimana kita saling berpegangan tangan.
Hari dimana kau mendengarkanku.
Hari dimana aku bicara denganmu.
Hari dimana aku benar benar takut kehilanganmu,
Berapa lamakah kita harus begini sahabat?aku tidak tahu.
Berapa bulan atau berapa tahun?
Berapa banyak kenangan kita di masalalu, Aku selalu merindukanmu.